Lewati ke konten
  • Beranda
  • Tentang
  • Mengapa
  • Program
  • Fasilitas
  • Spotlight
    • Acara Mendatang
    • Berita Terbaru
  • ID
    • ZH
    • EN
  • Daftar
  • Beranda
  • Tentang
  • Mengapa
  • Program
  • Fasilitas
  • Spotlight
    • Acara Mendatang
    • Berita Terbaru
  • ID
    • ZH
    • EN
  • Daftar

Mengapa Gen Z Sering ‘Kena Mental’? Ini Penjelasan dan Pesan dari Profesor Pertama FHIK UK Petra

Maret 25, 2026
27 Februari 2026

Sejarah baru saja tercipta di Fakultas Humaniora dan Industri Kreatif (FHIK) Universitas Kristen (UK) Petra. Gelar profesor pertama akhirnya resmi disandang, menandai babak baru bagi perkembangan ilmu humaniora dan industri kreatif di kampus ini. Ialah Prof. Drs. Gatut Priyowidodo, M.Si., Ph.D., yang ditetapkan sebagai guru besar di bidang Ilmu Komunikasi menurut Surat Keputusan (SK) Mendiktisaintek nomor 1972/M/KPT.KP/2026 tertanggal 1 Januari 2026.

Mengawali perjalanan pelayanan sebagai dosen di UK Petra sejak tahun 2006 hingga sekarang, Prof. Gatut juga dikenal aktif sebagai Asesor BAN PT (2016-2025), Asesor LAMSPAK (2025-2029), Reviewer Hibah Penelitian Dikti (2025), Evaluator Pendirian Program Studi Baru (2020-sekarang), dan Asesor BKD (2016-sekarang).

Berasal dari keluarga pendidik dan terbiasa membaca sejak kecil, Prof. Gatut menyelesaikan pendidikan Sarjana di Universitas Hasanuddin Makassar (1992), dan Magister di PPS Universitas Airlangga (1999). Sementara jenjang pendidikan Doktor di bidang Komunikasi Organisasi ia selesaikan pada tahun 2013 di Northern University of Malaysia.

Dalam karya disertasinya, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi UK Petra yang mengampu Mata Kuliah Komunikasi Organisasi, Komunikasi Politik, dan Applied Communication Research itu mengambil judul “Communication Pattern and Decision Making in Malaysia’s and Indonesia’s Political Organization”. “Dari dulu memang tertarik kajian-kajian di bidang sosial dan politik, karena sejak kecil sudah terbiasa mendengarkan media-media penyebar berita, seperti BBC London dan VOA,” cerita dosen yang sering membagikan ilmunya lewat telaah Komunikasi Politik di beberapa media itu.

Sebagai akademisi di bidang Ilmu Komunikasi, Prof. Gatut menyoroti fenomena arus disinformasi yang kian masif. “Kita tengah berada di era Post-Truth digital, sebuah masa di mana batasan antara fakta dan opini menjadi kabur. Sesuatu yang tidak benar bisa dianggap sebagai kebenaran mutlak, hanya karena disebarkan secara terus-menerus dan didorong oleh subjektivitas atau keyakinan pribadi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Gatut mengungkap bahwa sekarang ini tidak ada aturan yang benar-benar bisa membatasi penyebaran informasi palsu. “Meski kita punya UU ITE, pertanyaannya adalah seberapa efektif aturan tersebut bisa menangkal arus disinformasi yang tak terbatas?” ungkap beliau. Untuk menghadapi kerumitan ini, profesor sekaligus penulis lebih dari 10 buku di bidang komunikasi itu menekankan tiga langkah krusial:

· Literasi Digital yang Masif: Menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam memilah informasi secara benar harus dilakukan terus-menerus.

· Peran Media Massa: Media harus kembali ke peran utamanya dengan memproduksi berita yang berbasis pada kebenaran objektif dan inisiatif yang sehat.

· Kesadaran Publik & Kolaborasi: Ini adalah “PR” berat yang tidak bisa diselesaikan sendirian. Dukungan dari seluruh stakeholder—termasuk pemerintah seperti Kementerian Komunikasi dan Digital—sangat dibutuhkan untuk menciptakan ekosistem informasi yang bersih.

Bagi Prof. Gatut, meretas benang kusut disinformasi di era post-truth memang sulit, namun bukan berarti tidak mungkin jika semua pihak bergerak bersama untuk fokus pada pemberitaan yang benar. Oleh karena itu, dalam orasi ilmiahnya, Prof. Gatut akan membawa kita menyelami dunia Fenomenografi, namun dengan sentuhan modern di ranah digital.

Dalam orasi tersebut, Ia fokus pada bagaimana manusia memaknai pengalaman mereka di ruang siber. Secara sederhana, Fenomenografi adalah cara kita melihat bagaimana setiap orang memiliki variasi pengalaman yang berbeda-beda terhadap satu hal yang sama. Di tengah banjir informasi digital, memahami bahwa manusia tidaklah seragam dalam menyerap fenomena adalah kunci. Dengan fondasi riset yang kuat, Prof. Gatut ingin menunjukkan bahwa setiap interaksi digital kita sebenarnya menyimpan kekayaan makna yang sangat personal dan beragam.

Sebagai penutup, Prof. Gatut menitipkan pesan berharga bagi generasi muda, khususnya Gen Z yang sering kali tergoda oleh hasil instan. Beliau memberikan analogi yang unik: jadilah seperti sumur, bukan kolam. “Sumur itu mungkin terlihat kecil, tapi ia sangat dalam dan sumber airnya bisa menghidupi. Jangan jadi seperti kolam yang lebar tapi dangkal, sehingga cepat kering saat diterpa panas,” tuturnya. Di era multitasking ini, Prof. Gatut mengingatkan bahwa menguasai banyak hal memang menarik, namun memiliki satu keahlian yang ditekuni secara mendalam adalah kunci jati diri yang sesungguhnya.

Beliau juga menyoroti fenomena “kena mental” yang sering dialami anak muda saat menghadapi kesulitan. Menurutnya, hal itu sering terjadi karena akar atau fondasi diri yang belum kuat. Dengan mengenali potensi diri dan fokus menekuni bidang yang dicintai, tantangan seberat apa pun akan lebih mudah dilewati. Menjadi ahli tidak harus menguasai segalanya, tapi cukup dengan menjadi sosok yang memiliki ketokohan kuat pada bidang yang dipilih. (Mel/Aj)

Facebook
LinkedIn
WhatsApp
Email
Tautan Penting
  • Petra e-Journal
  • Pusat Karir
  • Perpustakaan Digital
  • Petra e-Journal
  • Pusat Karir
  • Perpustakaan Digital

Beasiswa

Sebagai Universitas Kristen terkemuka di dunia, UK Petra berkomitmen untuk membina generasi masa depan bangsa dari berbagai kalangan tanpa memandang latar belakang.

Pelajari Lebih Lanjut

Frequently Asked Questions

Dari kewajiban keuangan hingga syarat mahasiswa internasional, kamu bisa menemukan pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan di bawah ini.

Baca LEbih Lanjut
Instagram Youtube Rss Spotify
Alamat

Jl. Siwalankerto No.121-131, Siwalankerto, Kec. Wonocolo, Kota SBY, Jawa Timur 60236

Kontak

T: +62 31 8494830,
+62 31 8494831,
+62 31 8439040,
+62 31 2983000

F: +62 31 8436418
E: [email protected]

Tautan Penting
  • Petra e-Journal
  • Pusat Karir
  • Perpustakaan Digital
  • Petra e-Journal
  • Pusat Karir
  • Perpustakaan Digital

Copyright © 2023 Petra Christian University. All rights reserved.